Jika seseorang menyinggung perihal niat, tak ayal bahwa pembahasan ini merupakan salahsatu bagian dari tubuh terpenting diterimanya amal ibadah. Bahkan pada hadits Shahih Bukhari, pembahasan pertama menyangkut niat. Termaktub dalam kitab Arba'in Nawawi karya Imam Nawawi Al-Bantani Halaman awal.
Dalam peribadatan, niat merupakan hal yang rawan penyelewengan. Tak dapat kita pungkiri memang, keberadaan seorang insan dengan insan lainnya yang selalu berdampingan ini menjadi ujian keikhlasan mereka. Oleh karena itu, nilai ibadah seseorang yang ikhlas di kerumunan orang akan lebih berat dibanding orang yang menyendiri di gelap malam tanpa ada seorangpun yang melihat.
Hamilul Quran adalah mereka yang senantiasa menjaga bacaan, ingatan, hati, dan amalnya sesuai petunjuk kitab yang ia hafal. Para Hamilul Quran ini terkadang menjadi sorotan banyak orang dalam bidang agama dan sosial. Karena survei delapan Universitas di Indonesia juga menilai bahwa seorang Hamilul Quran yang terjaga hafalannya adalah mereka yang memiliki IQ di atas rata-rata. Mereka bagaikan emas yang apabila kau taruh di tempat sampah pun akan selalu berharga. Mereka memiliki citra tersendiri sebagai makhluk Allah yang mulia. Bagaimana tidak mereka tak dikatakan mulia sedangkan waktunya hanya dihabiskan bersama kalamullah.
Tentunya bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalannya, terlebih dahulu mendapati kesulitan yang tak biasa dihadapi oleh orang lain. Dimulai dari kesulitan membagi waktu, kesulitan menjaga diri dari hal yang kurang bermanfaat, kesulitan beristiqomah dalam bermurojaah, serta kesulitan-kesuitan lainnya. Dan penulis rasa, yang paling sukar dari semua kesulitan yang pernah mereka lalui adalah kesulitan menjaga hati agar tetap ikhlas. Maka dari itu, bagi pribadi yang hendak menghafal atau bercita-cita menjadi penghafal Al-Quran hendaklah memiliki mental yang kuat dan siap berperang dengan musuh terberat yakni hawa nafsu. Jangan lupa berdoa agar selamanya diberi keikhlasan sampai akhir hayat.
Selain untuk mensterilkan hati dari syirik sughra, niat juga berfaidah untuk mempercepat daya ingat jangka panjang. Karena motivasi utamanya hanyalah Allah. Selama hidupnya tentu dia hanya berharap agar Allah menyayanginya dan mengampuni dosanya seiring banyaknya ayat yang telah dan/atau akan ia baca. Dan jiwa seperti inilah yang Rasul dambakan. Maka dari itu, mereka akan lebih fokus dan mantap daya ingatnya.
Ini adalah kata kunci utama. Bersabarlah wahai penghafal Quran. Beristirahatlah nanti di surga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar